Skip to content

Strategi Pasar Lokal

Januari 13, 2011

Banyak perusahaan selain online juga beroperasi secara offline sehingga selain website dengan orientasi pasar global, kita juga perlu memperhatikan kebutuhan lokal. Ketika kita bicara SEO, website kita juga perlu mencakup keyword lokal. Selain itu kita perlu memperhatikan beberapa strategi SEO off-page untuk mendapatkan manfaat maksimal dari pencarian lokal, termasuk memperhatikan kemungkinan adanya review negatif yang mungkin akan mempengaruhi penjualan kita di pasar lokal meskipun dari sisi ranking cukup baik.

Jadi saat kita bicara pasar lokal dinini, yang dimaksudkan bukan Pasar Kramat Jati di Jakarta, Pasar Klewer di Solo, Pasar Bringharjo di Jogja, atau Pasar Badung di Denpasar. Kita bicara pasar online untuk lingkup lokal, penduduk Indonesia yang membeli produk kita melalui website. Mungkin juga tidak sampai membeli tapi tertarik untuk membeli setelah menemukan website kita – mungkin melalui search engine – kemudian datang ke toko kita dan membeli secara offline.

Tergantung produk yang kita tawarkan, potensi pasar online lokal bisa jadi sangat besar, malah mungkin lebih besar dari pasar global. Karena itu penting untuk memasukan pasar lokal dalam strategi SEO kita. Pemain-pemain online yang sukses umumnya selalu memperhatikan pasar lokal ketika mereka lerancang strategi SEO-nya.

Potensi pencarian lokal terus berkembang. Dulu memang hasil pencarian search engine sama untuk semua belahan dunia, tapi search engine masa kini memahami bahwa bagi orang yang yang tinggal di Inggris, mendapatkan penjual yang berada di Inggris dari hasil pencarian melalui search engine, akan jauh lebih bermanfaat. Karena itu search engine mulai memperbaharui strateginya, sekarang search engine mulai memasukkan lokasi ke dalam algoritma mereka. Search engine cenderung untuk mendahulukan hasil pencarian lokal daripada global. Hal kecil tapi strategis ini penting untuk dicatat, website lokal memiliki kesempatan lebih baik di pasar lokal.

Untuk usaha-usaha dengan fokus lokal, pasar lokal harus didekati daru dua sisi. Yang pertama tentu adalah mendapatkan ranking yang baik pada search engine untuk keyword target kita. Caranya secara garis besar sama dengan teknik SEO pada umumnya. Hal kedua adalah memantau dan mengelola review yang bertebaran di internet, biasanya melalui portal komunitas atau forum.

Cara Membidik Target Pasar (Market)

Januari 12, 2011

Nampaknya pasti banyak orang sudah tahu kepada SIAPA mereka akan jual produk/barang atau jasa mereka, namun BAGAIMANA cara mereka membidiknya sama sekali kurang tepat. Jadi sewaktu saya ditanya baru-baru ini mengenai caranya saya mendapatkan pasar saya, pertama-tama saya bertanya kepada dia kepada SIAPA anda ingin menjual barang atau jasa Anda? Kemudian ia bilang ; kepada para teknisi atau insinyur software. Oke, jadi ia sudah tahu mau dikemanakan produk tsb. Kemudian ia tanya lagi; Bagaimana saya mendapatkan mereka? Tampaknya saya tidak menemukan mereka yang berminat pada produk saya.

Tampaknya cara teman saya mencari ‘target market’ kurang jitu. Masalahnya adalah bukan produknya namun CARAnya yang kurang tepat dan jitu.

Ribuan pebisnis di Internet juga membuat kesalahan yang sama ini. Mereka berpikir dengan mengiklankan produk/jasa mereka di ratusan search engines dan FFA links dan di newsgroups, jutaan orang akan melihatnya dan banyak dari mereka akan membeli produk/jasa mereka. Kedengarannya demikian, bukan? Tetapi kenyataannya SALAH!

Apakah Anda akan menjual mesin pemanas di padang gurun? Tentu saja tidak bukan, maka sama saja kalau kita menawarkan sesuatu dan ‘target market’ -nya tidak pas maka tidak akan ada yang beli dan malahan mereka kesal dan sebal. Karena itu jual dan tawarkan kepada mereka yang membutuhkan barang/jasa Anda, jadi kenapa Anda berupaya menjual ke orang yang TIDAK MEMBUTUHKAN produk/jasa Anda? Mereka percaya bahwa pemasaran via internet adalah soal Hit dan Miss (masuk dan keluar)

Untuk menjangkau ‘target market’ aturan strateginya adalah berikut ini:
ANDA HARUS MENJADI ‘TARGET MARKET’ ANDA
Apa maksudnya? Maksudnya tempatkan diri Anda seperti kastemer Anda. Contohnya adalah, Kalau Anda menjual software, Dan Anda adalah pasarnya, Anda pasti pergi ke tempat di mana ada software bukan? Artinya juga, pergilah ke tempat di mana orang-orang menjual apa yang mereka butuhkan di Internet. Memang salah satunya adalah dengan mendaftarkan situs Anda di Situs Pencari, namun saya kasih tahu Anda sejujurnya bahwa Anda dapat menghabiskan waktu Anda hanya untuk mencapaii di urutan pertama dari situs pencari tersebut. Karena itu pergilah ke tempat di mana calon prospek Anda sering berkumpul. Pengalaman saya membuktikan bahwa jika seseorang berminat akan sesuatu, pasti mereka mau menjadi bagian darinya artinya mereka mau berinteraksi dengan orang-orang lain yang memiliki minat yang sama.

Sekarang coba pikirkan sejenak : Kenapa Anda mau menerima buletin ini? Itu karena Anda berminat akan hal-hal yang berbau bisnis khususnya di Internet, jadi kalau ‘target market’ adalah orang-orang yang memiliki sama seperti Anda, dan Anda mengiklankannya pada buletin ini, maka Anda menjangkau orang yang tepat. (maksud saya bukan promosi buletin ini loh!)

Mungkin Anda bertanya bagaimana dengan Newsgroup, bukankah itu juga salah satu target market karena terdiri dari orang-orang yang berkepentingan yang sama? Memang benar, namun ada namunnya. Yaitu Mereka yang join di Newsgroup belum semuanya adalah orang yang memiliki kepentingan yang sama, karena ada beberapa yang suka melakukan spam newsgroup, dan mereka juga tidak membaca isi newsgroup tsb. Namun kalau buletin seperti ini, mereka yang langganan adalah orang yang tidak berkepentingan untuk melakukan spam dan mereka yang menjadi pembaca adalah orang-orang yang memang sukarela dan didasarkan atas haus akan informasi.

Arti sebuah kepercayaan

Januari 6, 2011

Nov 26, ’08 2:05 AM
for everyone
“Ternyata ngasih kepercayaan pada orang itu susah ya”

berasa berhenti jantungku membaca sms itu…

sebuah sms singkat, tapi dikirim dengan sejuta rasa kecewa.

Kecewa,,, karena aku orang yang kamu percaya, yang sudah tak sungkan lagi kamu panggil kakak ( karena sama2 sipit kau bilang ). tidak bisa menyimpan sebuah rahasia kecilmu…

sebuah rahasia kecil ( yang baru kemudian aku sadari bahwa itu adalah rahsia besar bagimu), yang tanpa kusadari bisa estafet ke temenmu, temen akrabmu. yang dulu kupikir dia pasti juga sudah tahu duluan dari pada aku (sebuah pembelaan bodoh yang kuberikan padamu ).

sebuah kebodohan yang telah merubah percaya menjadi ragu, membunuh canda tawa, katalisator dari semua rangkaian kebisuan….

kekakuan………

tak ada lagi usil….

tak ada lagi olok2an…

aku rindu itu semua….

rindu kau panggil lek…

rindu tawa lepasmu…. ( kau bilang kau tk prnh sungkan curhat ma aku, bisa ketawa lepas..g jaim…)

Hampir 1 tahun sudah kejadian itu berlalu. Dan hampir selama itu pula kau sudah memaafkan aku.

Tapi panjangnya waktu itu ternyata belum bisa membuatnya sama, atau mungkin tak akan pernah.

Aku juga tak akan minta kepercayaan itu lagi, atau lebih tepatnya aku tidak pantas memintanya..

walaupun aku sangat berharap semuanya bisa kembali…

tapi hari ini aku tidak ingin minta kepercayaan itu…lagi

atau minta semuanya seperti dulu…lagi

aku hanya ingin mengucapkan terimakasih..

terimakasih karena kamu telah mengajari aku arti sebuah kepercayaan..

mengajari bahwa rahasia bukan untuk diukur besar atau kecil..

tapi untuk disimpan dihati…

bukankah hati adalah kuburan bagi rahasia2 saudara kita?

Terimakasih sipit, karena kau telah memberi aku kepercayaan untuk kau beri sebuah kepercayaan.

Memberiku maaf saat aku merusak kepercayaan itu..

dan memberiku pelajaran akan arti sebuah kepercayaan…

semoga kamulah orang terakhir yang kecewa karena mulutku…

aku yakin….ALLAH punya alasan kenapa aku bisa kenal kamu….

cendana

kekuatan kesabaran (sebuah renungan)

Januari 5, 2011

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarakatuhu… Bismillaahirrohmaanirrohiim .. Bicara Dengan Bahasa Hati Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang. Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan. Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan. Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran. Semua itu haruslah berasal dari hati anda. Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula. Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapatajam otak anda, namun juga betapa lembut hati anda dalam menjalani segala sesuatunya.Anda tak kan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya dengan merengkuhnya dalam lengan yang kuat. —-

MENANGGUNG BEBAN atau MENGEJAR TUJUAN

Januari 3, 2011

Alkisah, di suatu kerajaan, Sang Raja merasa masygul.. Ia merasa hatinya gundah.

Semenjak Ia melanjutkan tugas dan tanggung jawab Ayahandanya untuk memerintah dan mengatur agar seluruh rakyat dapat hidup aman, tenteram & sentosa, Ia telah berusaha sebaik-baiknya tetapi akhir- akhir ini Ia merasa jenuh. Semua bebannya yang ditanggungnya dirasakan demikian berat, dan hidup menjadi rutinitas tiada akhir dan membosankan.Sehingga Ia memutuskan untuk berlibur, menikmati hidup bukan sebagai Raja melainkan sebagai Rakyat Jelata, sekaligus untuk melihat-lihat dari dekat hasil jerih payahnya selama ini.

Sepanjang masa liburnya, Raja sebenarnya cukup terhibur melihat kemajuan kerajaannya. Ia dapat melihat bahwa rakyatnya hidup berkecukupan, pemerintahan berjalan dengan cukup baik, walaupun ada hal2 yang masih bisa Ia sempurnakan.

Tetapi, entah mengapa, semakin Ia nikmati liburannya, rasanya semakin malas ia untuk kembali ke istana.

Suatu hari, Ia singgah di suatu daerah dan entah kenapa, Ia tertarik kepada seorang Pemuda yang sedang menanam pohon. Pemuda itu bertubuh kekar & kuat, tetapi ketika bekerja, ia tampak lemas dan tak bersemangat.

Setelah mengucap salam, sang Raja bertanya kepada sang Pemuda. “Hai kawan, engkau tampak lelah, apakah engkau sakit ? Siapakah yangmemaksamu untuk tetap bekerja dalam kondisi sakit ?

“Saya tidak sakit tuan, hanya Saya tidak menyukai pekerjaan ini” jawab sang Pemuda. “Aku membantu ayahku untuk menanam tiga ratus pohonzaitun. Jikalau bukan karena Ayahku, aku tak akan melakukannya.

Bayangkan, tiga ratus pohon zaitun? Belum juga seratus pohon, aku sudah tak ingin melakukannya lagi” keluh sang Pemuda.

“Dimana Ayahmu? Mungkin aku bisa bicara dengannya..” .

“Beliau ada di belakang bukit ini” ujar sang Pemuda sambil menggerakkan tangannya menunjukkan arah.

Raja segera bergegas ke belakang bukit, tetapi sesampainya Ia disana, Ia tertegun. Dilihatnya, pohon yang telah ditanam jauh lebih banyakdari sang pemuda padahal sang ayah ternyata sudah renta, Dan Ia bekerja penuh semangat.

Kagum, Raja menghampirinya. Seraya mengucap salam, Raja bertanya “Wahai orangtua, engkau demikian bersemangat sekali. Apa yang engkautanam?”

“Saya sedang menanam pohon zaitun” jawab sang Kakek. “Sebanyak ini?

Untuk apa? Lagipula, bukankah pohon zaitun baru berbuah 6-7 tahun kemudian ? Melihat usia Kakek, mungkin Kakek tidak bisa lagi mengunyah dan menikmati buahnya, lantas apa untungnya?” Raja semakin heran.

“Tuan mengajukan pertanyaan yang sama seperti anak saya” ujar sang kakek sambil menghela napas. “Tuan mungkin telah berjumpa dengan anak saya, ia anak yang baik, walau ia tak mengerti sepenuhnya alasan saya, tapi ia tetap membantu karena tak ingin saya mengerjakan semuanya sendirian”.

“Tuan, saya memang tidak berniat untuk merasakan manfaat dari pohon yang saya tanam ini. Saat pohon ini berbuah, belum tentu saya masih hidup. Saya menanam pohon-pohon ini, karena buah zaitun yang selama ini saya nikmati juga berasal dari pohon yang ditanam oleh orang sebelum saya. Saya ingin membalas kebaikan mereka dengan menanam kebaikan yang sama. Membayangkan buah zaitun yang berlimpah yang bisa dinikmati banyak keluarga, pohon yang hijau & rindang yang memberikan naungan dari terik dan hujan, minyak zaitun yang memberi manfaat, semua itu membuat saya bersemangat untuk menanam pohon sebanyak yang saya bisa”.

Raja tercenung mendengar jawaban sang kakek. Ia tak hanya melihat ketulusan dan kebaikan hati sang Kakek, ia juga melihat perbedaan motivasi yang menggerakkan sang Pemuda dan Ayahnya itu. Sementara sang Pemuda melihat pekerjaan tsb sebagai beban yang harus ditanggungnya, Ayahnya terdorong oleh gambaran indah dari hasil yang akan dicapainya.

Diakuinya, ia juga melakukan hal yang serupa dengan sang Pemuda.

Walau ia berusaha memerintah dengan sebaik-baiknya, itu semua dilakukan untuk menghormati kebesaran Ayahnya, Raja terdahulu dan agar warisan Ayahnya tetap terjaga dengan baik. Itu semua adalah beban yang harus ditanggungnya sebagai penerus tahta..

Tapi, kini ia bisa melihat bahwa semuanya terserah dirinya, apakah ia memilih melihatnya sebagai beban, atau fokus pada gambaran indah yang bisa dicapainya.

Raja tersenyum dan berkata “Wahai Orang Tua, ketahuilah bahwa aku sebenarnya adalah Rajamu. Kebaikanmu telah mengajarkan aku. Sebagai ungkapan rasa terima kasihku, terimalah hadiah dariku” lantas ia memberikan sekantung uang dirham kepada sang Kakek.

Dengan hormat, Kakek itu menerima hadiah tersebut, tersenyum dan berkata “Wahai Tuan Raja, tadi engkau bertanya “apa untungnya”.

Lihatlah, belum juga selesai hamba menanam, walau bukan buah dari pohon yg saya tanam, Allah telah memberi rizki satu kantung uang melalui tangan Paduka”.

Raja kembali tertegun, Ia memang tidak percaya apa yang disebut “kebetulan”, karena kebetulan hanya mungkin timbul dari ketidakteraturan murni (pure chaos),sementara pengalamannya mengajarkan bahwa problem paling kusut pun memiliki pola-pola keteraturan yang memungkinkannya untuk diuraikan. Bukanlah kebetulan kalau hari ini ia bertemu orang tua istimewa itu, dan bukanlah kebetulan pula jika kebaikannya diganjar sepundi uang melalui perantaraan dirinya. Ia lantas memeluk kakek itu. “Terima kasih atas pengajaran tuan” ujarnya.

Hari itu juga Raja kembali ke istana, langkahnya ringan dan hatinya senang. Tekadnya makin mantap, untuk segera menanam kebaikan-demi kebaikan.

10 SIKAP WANITA YANG DI SUKAI PRIA

Desember 29, 2010

Bila Anda ingin menjadi seorang wanita yang disukai oleh pria, khususnya oleh kekasih, Anda perlu mengetahui sikap apa saja yang umumnya disukai oleh pria. Dengan pengetahuan ini, Anda bisa mengembangkan potensi yang masih tersembunyi dan memperbaiki sikap yang kurang disukai oleh pria.
Ketika sikap Anda semakin menyukakan hatinya, maka cintanya pada Anda akan semakin besar.

1.Keibuan
Banyak pria yang terpikat pada wanita yang bersikap keibuan, lembut, perhatian dan penuh kasih sayang. Perlakuan wanita yang keibuan bisa membuat pria merasa aman ketika sedang ketakutan, tentram ketika sedang gelisah dan senang ketika sedang ingin dimanja. Tidak usah menunggu sampai melahirkan untuk memunculkan sifat keibuan. Bagaimanapun kepribadiannya, setiap wanita punya potensi keibuan.

2.Kekanak-kanakan
Dalam batas kewajaran, sifat kekanak-kanakan seorang wanita bisa menjadi daya tarik tersendiri di mata pria. Tentu saja bukan sifat anak kecil yang negatif dan menjengkelkan, tapi yang menyenangkan. Misalnya, kemanjaan seorang wanita bisa membangkitkan naluri kebapaan dan kejantanan seorang pria. Keceriaan wanita bisa membuat pria lebih bergairah. Dan antusias wanita bisa membuat pria lebih menikmati hidup.

3.Pengertian
Sikap pengertian seorang wanita membuat pria merasa dihargai dan diterima sebagai mana adanya. Sikap ini tercermin dari adanya tenggangrasa, mudah memaafkan, memilih waktu yang tepat bila hendak mengkritik, dsb. Misalnya, ketika menduga kekasihnya berbuat salah, wanita yang pengertian tidak langsung menghujaninya dengan kata-kata kasar, namun mencoba mengerti dulu duduk persoalannya.

4.Menghargainya
Wanita yang bisa menghargai pria adalah wanita dambaan pria. Berbeda dengan wanita yang suka diperlakukan dengan lembut, pria umumnya lebih suka dihargai. dipuji dengan tulus dan diberi kepercayaan. Penghargaan dari seorang wanita bisa membuat pria merasa bangga dengan dirinya dan lebih percaya diri.

5.Memperhatikan Penampilan
Pria menyukai wanita yang memperhatikan penampilan. Penampilan menunjukkan kadar penghargaan seorang wanita kepada dirinya. Tidak jadi masalah apakah dia tampil sensual, natural, sportif atau romantis.

6.Komunikatif
Pria menyukai wanita yang komunikatif, yang enak diajak bicara. Meski topik pembicaraan yang disukai pria umumnya berbeda dengan yang diminati wanita, namun wanita yang komunikatif bisa mengimbanginya. Ia tidak hanya menjadi pendengar yang pasif, tapi aktif merespon lawan bicaranya. Ia tahu bagaimana menjadi pendengar yang baik, bagaimana mengalihkan pembicaraan yang terlalu serius dan bagaimana membuat pembicaraan menjadi lebih menarik.

7.Supel
Wanita yang supel, ramah dan suka bergaul mempunyai nilai plus di mata pria. Wanita yang supel tahu bagaimana menghadapi orang yang lebih tua dan bagaimana memperlakukan orang yang lebih muda. Ketika menghadapi situasi baru, meski pada mulanya tampak grogi, namun dia dapat segera menyesuaikan diri.

8.Menghormati Diri Sendiri
Pria sangat menghormati wanita yang menghormati dirinya sendiri, sopan dan tahu etiket. Dengan menghormati dirinya sebetulnya wanita sedang menunjukkan kepada pria bagaimana dia harus diperlakukan.

9.Menyukai Diri Sendiri
Wanita yang menyukai dirinya selalu tampak lebih menarik dibandingkan wanita yang kurang menyukai dirinya. Ia selalu tersenyum ketika melihat wajahnya di cermin, merawat tubuhnya, meningkatkan kualitas hidupnya dan berusaha memberi yang terbaik bagi dirinya. Dengan menyukai diri sendiri, ia memancarkan pesona yang membuat pria menyukainya juga.

10.Simpatik
Pria sangat mengagumi wanita yang murah hati, suka memperhatikan orang lain, senang menghibur yang susah, tidak pandang bulu dan tidak bergaya ekslusif. Kebaikan yang mengalir dengan wajar dan spontan mencerminkan hati yang mulia. Ada inner beauty yang memancar keluar dengan indah dan mempesona.



Keajaiban KESABARAN dan Kekuatan DOA Seorang ISTERI (Kisah Nyata)

Desember 28, 2010

Di Madinah ada seorang wanita cantik shalihah lagi bertakwa. Bila malam mulai merayap menuju tengahnya, ia senantiasa bangkit dari tidurnya untuk shalat malam dan bermunajat kepada Allah. Tidak peduli waktu itu musim panas ataupun musim dingin, karena disitulah letak KEBAHAGIAAN dan KETENTRAMANNYA. Yakni pada saat dia khusyu’ berdoa, merendah diri kepada sang Pencipta, dan berpasrah akan hidup dan matinya hanya kepada-Nya. Dia juga amat rajin berpuasa, meski sedang bepergian. Wajahnya yang cantik makin bersinar oleh cahaya iman dan ketulusan hatinya. Suatu hari datanglah seorang lelaki untuk meminangnya, konon ia termasuk lelaki yang taat dalam beribadah. Setelah shalat istiharah akhirnya ia menerima pinangan tersebut. Sebagaimana adat kebiasaan setempat, upacara pernikahan dimulai pukul dua belas malam hingga adzan subuh. Namun wanita itu justru meminta selesai akad nikah jam dua belas tepat, ia harus berada di rumah suaminya. Hanya ibunya yang mengetahui rahasia itu. Semua orang ta’jub. Pihak keluarganya sendiri berusaha membujuk wanita itu agar merubah pendiriannya, namun wanita itu tetap pada keinginannya, bahkan ia bersikeras akan membatalkan pernikahan tersebut jika persyaratannya ditolak. Akhirnya walau dengan bersungut pihak keluarga pria menyetujui permintaan sang gadis. Waktu terus berlalu, tibalah saat yang dinantikan oleh kedua mempelai. Saat yang penuh arti dan mendebarkan bagi siapapun yang akan memulai hidup baru. Saat itu pukul sembilan malam. Doa ‘Barakallahu laka wa baaraka alaika wa jama’a bainakuma fii khairin’ mengalir dari para undangan buat sepasang pengantin baru. Pengantin wanita terlihat begitu cantik. Saat sang suami menemui terpancarlah cahaya dan sinar wudhu dari wajahnya. Duhai wanita yang lebih cantik dari rembulan, sungguh beruntung wahai engkau lelaki, mendapatkan seorang istri yang demikian suci, beriman dan shalihah. Jam mulai mendekati angka dua belas, sesuai perjanjian saat sang suami akan membawa istri ke rumahnya. Sang suami memegang tangan istrinya sambil berkendara, diiringi ragam perasaan yang bercampur baur menuju rumah baru harapan mereka. Terutama harapan sang istri untuk menjalani kehidupan yang penuh dengan keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah. Setibanya disana, sang istri meminta ijin suaminya untuk memasuki kamar mereka. Kamar yang ia rindukan untuk membangun mimpi-mimpinya. Dimana di kamar itu ibadah akan ditegakkan dan menjadi tempat dimana ia dan suaminya melaksanakan shalat dan ibadah secara bersama-sama. Pandangannya menyisir seluruh ruangan. Tersenyum diiringi pandangan sang suami mengawasi dirinya. Senyumnya seketika memudar, hatinya begitu tercekat, bola matanya yang bening tertumbuk pada sebatang MANDOLIN yang tergeletak di sudut kamar. Wanita itu nyaris tak percaya. Ini nyatakah atau hanya fatamorgana? Ya Allah, itu nyanyian? Oh bukan, itu adalah alat musik. Pikirannya tiba-tiba menjadi kacau. Bagaimanakah sesungguhnya kebenaran ucapan orang tentang lelaki yang kini telah menjadi suaminya. Oh…segala angan-angannya menjadi hampa, sungguh ia amat terluka. Hampir saja air matanya tumpah. Ia berulang kali mengucap istighfar, “ALHAMDULILLAAHI ‘ALAA KULLI HAALIN”…Ya bagaimanapun yang dihadapi alhamdulillah. Hanya Allah yang Maha Mengetahui segala kegaiban. Bagaimanapun Allah subhanahu wa ta’ala telah memberikannya karunia seorang suami. Ia menatap suaminya dengan wajah merah karena rasa malu dan sedih, serta setumpuk rasa kekhawatiran menyelubung. “Ya Allah, aku harus KUAT dan TABAH, SIKAP BAIK KEPADA SUAMI ADALAH JALAN HIDUPKU…” Kata wanita itu lirih di lubuk hatinya. Wanita itu berharap, Allah akan memberikan hidayah kepada suaminya melalui tangannya. Mereka mulai terlibat perbincangan, meski masih dibaluti rasa enggan, malu bercampur bahagia. Waktu terus berlalu hingga malam hampir habis. Sang suami bak tersihir oleh pesona kecantikan sang istri. Ia bergumam dalam hati, “Saat ia sudah berganti pakaian, sungguh kecantikannya semakin berkilau. Tak pernah kubayangkan ada wanita secantik ini di dunia ini.” Saat tiba sepertiga malam terakhir, Allah ta’ala mengirimkan rasa kantuk pada suaminya. Dia tak mampu lagi bertahan, akhirnya ia pun tertidur lelap. Hembusan nafasnya begitu teratur. Sang istri segera menyelimutinya dengan selimut tebal, lalu mengecup keningnya dengan lembut. Setelah itu ia segera terdorong rasa rindu kepada mushalla-nya dan bergegas menuju tempat ibadahnya dengan hati melayang. Sang suami menuturkan, “Entah kenapa aku begitu mengantuk, padahal sebelumnya aku betul-betul ingin begadang. Belum pernah aku tertidur sepulas ini. Sampai akhirnya aku mendapati istriku tidak lagi disampingku. Aku bangkit dengan mata masih mengantuk untuk mencari istriku. Mungkin ia malu sehingga memilih tidur di kamar lain. Aku segera membuka pintu kamar sebelah. Gelap, sepi tak ada suara sama sekali. Aku berjalan perlahan khawatir membangunkannya. Kulihat wajah bersinar di tengah kegelapan, keindahan yang ajaib dan menggetarkan jiwaku. Bukan keindahan fisik, karena ia tengah berada di peraduan ibadahnya. Ya Allah, sungguh ia tidak meninggalkan shalat malamnya termasuk di malam pengantin. Kupertajam penglihatanku. Ia rukuk, sujud dan membaca ayat-ayat panjang. Ia rukuk dan sujud lama sekali. Ia berdiri di hadapan Rabbnya dengan kedua tangan terangkat. Sungguh pemandangan terindah yang pernah kusaksikan. Ia amat cantik dalam kekhusyu’annya, lebih cantik dari saat memakai pakaian pengantin dan pakaian tidurnya. Sungguh kini aku betul-betul mencintainya, dengan seluruh jiwa ragaku.” Seusai shalat ia memandang ke arah suaminya. Tangannya dengan lembut memegang tangan suaminya dan membelai rambutnya. Masya Allah, subhanallah, sungguh luar biasa wanita ini. Kecintaannya pada sang suami, tak menghilangkan kecintaannya kepada kekasih pertamanya, yakni ibadah. Ya, ibadah kepada Allah, Rabb yang menjadi kekasihnya. Hingga bulan kedepan wanita itu terus melakukan kebiasaannya, sementara sang suami menghabiskan malam-malamnya dengan begadang, memainkan alat-alat musik yang tak ubahnya begadang dan bersenang-senang. Ia membuka pintu dengan perlahan dan mendengar bacaan Al-Qur’an yang demikian syahdu menggugah hati. Dengan perlahan dan hati-hati ia memasuki kamar sebelah. Gelap dan sunyi, ia pertajam penglihatannya dan melihat istrinya tengah berdoa. Ia mendekatinya dengan lembut tapi cepat. Angin sepoi-sepoi membelai wajah sang istri. Ya Allah, perasaan laki-laki itu bagai terguyur. Apalagi saat mendengar istrinya berdoa sambil menangis. Curahan air matanya bagaikan butiran mutiara yang menghiasi wajah cantiknya. Tubuh lelaki itu bergetar hebat, kemana selama ini ia pergi, meninggalkan istri yang penuh cinta kasih? Sungguh jauh berbeda dengan istrinya, antara jiwa yang bergelimang dosa dengan jiwa gemerlap di taman kenikmatan, di hadapan Rabbnya. Lelaki itu menangis, air matanya tak mampu tertahan. Sesaat kemudian adzan subuh. Lelaki itu memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini, ia lantas menunaikan shalat subuh dengan kehusyukan yang belum pernah dilakukan seumur hidupnya. Inilah buah dari doa wanita shalihah yang selalu memohonkan kebaikan untuk sang suami, sang pendamping hidup. Beberapa tahun kemudian, segala wujud PERTOBATAN lelaki itu mengalir dalam bentuk ceramah, khutbah, dan nasihat yang tersampaikan oleh lisannya. Ya lelaki itu kini telah menjadi DA’I besar di kota Madinah. Memang benar, wanita shalihah adalah harta karun yang amat berharga dan termahal bagi seorang lelaki bertakwa. Bagi seorang suami, istri shalihah merupakan permata hidupnya yang tak ternilai dan “bukan permata biasa”.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

%d blogger menyukai ini: